Layanan E-mail bappeda@kukarkab.go.id
Senin - Jumat 07:30 - 16:00
bappeda@mail.kukarkab.go.id Komplek Kantor Bupati Kutai Kartanegara

Berita

Blog Detail Image

Bappeda Ikuti Pameran SMARTCITY 2022

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menggelar Pameran Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022 dengan Tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Pameran ini merupakan rangkaian dari acara Seminar Nasional Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022 yang bertujuan  untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis digital yang kolaboratif,inklusif, dan berkelanjutan. 

Pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkesempatan menempati stand pameran bersama 6 Daerah Provinsi / Kabupaten / Kota di Indonesia yang masuk dalam program Quickwins 2022, Pameran berlangsung di Lobby  Hall Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Pameran yang membahas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ini Aplikasi BECIK dan RBPK menjadi salah satu materi yang ditampilkan pada Stand Kabupaten Kutai Kartanegara.

Plt. Kepala Bappeda Sy Vanesa Vilna didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah menjelaskan Aplikasi BECIK dan RBPK adalah yang digagas Bappeda dalam rangka mendukung Smart City.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan berkunjung ke Booth Pameran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara didampingi Plt. Kepala Bappeda Kutai Kartanegara dan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Saiful Bahri. 

Dijelaskan Vanesa BECIK merupakan aplikasi yang dibangun dalam rangka menyediakan Data Sektoral yang terintegrasi dalam pendekatan jenjang tanggung jawab pejabat struktural pada masing - masing perangkat daerah dan dapat diintegrasikan berdasarkan kewilayahan, aplikasi ini dibangun berdasarkan Perpres No.39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia.

DiKesempatan ini Saiful menjelaskan Aplikasi RBKP ( Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan ) sebuah aplikasi pengentasan kemiskinan dalam satu data agar tepat sasaran.  Lebih lanjut dijelaskan Saiful pembuatan aplikasi ini bermula dari OPD dan swasta yang menetapkan pemberian bantuan berdasarkan ketetapan mereka sendiri tidak melalui data yang dikeluarkan Kemenko PMK yakni P3KE. 

“Padahal P3KE berfungsi sebagai basis data dalam perumusan program dan pensasaran terkait pelaksanaan program. Namun dalam implementasinya  kami tetap menggunakan data P3KE, namun kami pastikan kembali validitasnya di lapangan dalam penetapan sasaran karena harus diverifikasi. Hasilnya tidak sesuai dengan data yang ada dengan kondisi yang ada. Hal inilah yang melatarbelakangi Pemkab Kutai Kartanegara  membuat aplikasi Rumah Besar Penanggulang Kemiskinan Kukar,” Jelas Saiful.

Sekedar Informasi untuk Kutai Kartanegara yang menjadi quickwins selain BECIK ada Asiawonders dari Dinas Pariwisata, KIDUNG dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Smart Bio Village dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bangmus Kebulan dari Dinas Perkebunan dan Seruni dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Penduduk.